Jenis Korosi Dan Laju Korosi - akbarartikel-akbar

Jenis Korosi Dan Laju Korosi

By Akbar Prastiko - Juni 16, 2017

Jenis Korosi Dan Laju Korosi

Jenis Korosi Dan Laju Korosi

1   Jenis Korosi
       Jenis korosi dapat dibedakan berdasarkan medium reaksi menjadi dua jenis yaitu korosi basah dan korosi kering. Korosi basah terjadi jika transfer ion dari katoda ke anoda menggunakan cairan (larutan). Sedangkan korosi kering tidak menggunakan larutan sebagai media transfer ion-ionnya, seperti korosi pada logam besi oleh gas oksigen atau oleh gas belerang dioksida yang terjadi pada suhu tinggi. Sedangkan jenis korosi yang lain antara lain [] :
a.       Korosi sumuran (pitting corrosion), yaitu korosi berbentuk lubang-lubang pada permukaan logam karena hancurnya lapisan proteksi dari logam yang disebabkanoleh laju korosi yang berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain.
b.     Korosi Celah (crevice corrosion), yaitu korosi yang terjadi pada sambungan atau celah tertentu yang dapat menahan air atau elektrolit yang dapat emnyebabkan korosi. Hal ini menyebabkan konsentrasi O2 pada celah lebih besar dibandingkan pada bagian dalam logam, sehingga akan terjadi transfer muatan.
c.    Korosi Galvanik (galvanic corrosion), yaitu korosi yang terjadi apabila dua logam yang memiliki beda potensial saling dihubungkan sehingga akan terjadi tegangan listrik di antara keduanya.
d.     Korosi antar butir (intergranuar corrosion), yaitu serangan korosi yang terjadi pada batas butir dari suatu logam atau paduan logam yang kurang sempurna(ada kotoran yang masuk ke paduan tersebut) atau adanya gas jidrogen atau oksigen yang masuk pada batas kristal atau butir,
e.     Korosi selektif (selective corrosion), yaitu korosi yang terjadi akibat terlarutnya suatu unsure yang bersifat lebih anodic dari suatu paduan, misalnya dezinfication yang melepaskan seng dari paduan tembaga.
f.   Korosi Merata (uniform corrosion), yaitu korosi yang terjadi pada permukaan logam akibat pengikisan permukaan logam secara merata sehingga ketebalan logam berkurang sebagai akibat permukaan terkonversi oleh produk karat yang biasanya terjadi pada peralatan terbuka, misalnya permukaan luar pipa.
g.   Korosi Erosi (erosion corrosion), yaitu korosi yang terjadi adanya aliran fluida yang cepat dan bersifat korosif pada permukaan logam.
h.  Korosi Atmosferik, yaitu korosi yang terjadi melalui proses elektrokimia, dimana sebagai hasil interaksi logam dengan atmosfer ambient di sekitarnya, yang terjadiakiba kelembaban dan oksigen di udara, serta diperparah adanya gas polutan seperti gas atau garam yang terkandung di udara.

2. Laju Korosi

Laju korosi adalah besaran yang menyatakan kecepatan terjadinya proses korosi pada suatu logam, dihitung sejak kondisi awal logam belum mengalami korosi hingga terjadi penurunan massa akibat reaksi korosi.

Metode yang umum digunakan dalam pengukuran laju korosi adalah metode kehilangan berat (weight loss method), yaitu dengan mengukur perubahan berat logam sebelum dan sesudah proses korosi.

Perhitungan laju korosi dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

Laju Korosi=K×WD×A×t\text{Laju Korosi} = \frac{K \times W}{D \times A \times t}

Keterangan:

  • K = konstanta

    • 3,45 × 10⁶ untuk satuan mils per year (mpy)

    • 8,76 × 10⁴ untuk satuan millimeter per year (mm/y)

  • W = perubahan berat (gram), diperoleh dari berat awal dikurangi berat akhir

  • D = densitas logam (g/cm³)

  • A = luas permukaan logam yang terpapar (cm²)

  • t = waktu pengujian (detik)


Lingkungan sangat berpengaruh dalam menentukan laju reaksi korosi suatu logam. Adapun faktor yang mempengaruhi antara lain []:
1.  Pengaruh oksigen dan oksidator..
  1. Pengaruh Aliran
  2. Pengaruh Temperatur
  3. Air dan kelembapan udara
  4. Elektrolit
  5. Adanya oksigen
  6. Permukaan logam
  7. pH larutan


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar