Hemat Mana? Perbandingan Biaya Cas Mobil Listrik vs Isi Bensin di Tahun 2026
![]() |
| Perbandingan Biaya Cas Mobil Listrik vs Isi Bensin di Tahun 2026 |
Banyak orang bertanya-tanya, apakah benar beralih ke mobil listrik (EV) jauh lebih hemat dibandingkan mobil bensin (ICE)? Di tahun 2026, dengan penyesuaian harga energi dan teknologi baterai yang semakin efisien, jawabannya semakin menarik untuk diulas. Mari kita bedah perbandingannya dari sisi biaya operasional harian.
1. Perhitungan Biaya Bahan Bakar vs Listrik
- Mobil Bensin: Untuk menempuh jarak 10 km, rata-rata mobil bensin membutuhkan 1 liter BBM. Jika harga BBM nonsubsidi berada di angka Rp14.000 - Rp15.000 per liter, maka biaya per kilometer adalah sekitar Rp1.400 - Rp1.500.
- Mobil Listrik: Untuk jarak yang sama (10 km), mobil listrik rata-rata hanya membutuhkan sekitar 1,3 hingga 1,5 kWh. Dengan tarif listrik rumah tangga atau SPKLU yang berkisar Rp1.700 - Rp2.500 per kWh, biaya per kilometer hanya sekitar Rp300 - Rp500.
2. Efisiensi Biaya Perjalanan Jarak Jauh
Jika Anda melakukan perjalanan sejauh 100 km:
- Mobil Bensin: Menghabiskan biaya sekitar Rp140.000 - Rp150.000.
- Mobil Listrik: Hanya menghabiskan biaya sekitar Rp30.000 - Rp50.000. Ini menunjukkan penghematan hingga 70% lebih murah dibandingkan menggunakan mobil konvensional.
3. Biaya Perawatan Rutin
Selain bahan bakar, mobil listrik unggul dalam hal biaya servis. Tanpa perlu ganti oli mesin, ganti busi, atau membersihkan filter bahan bakar, biaya perawatan rutin mobil listrik tercatat 40% lebih rendah dibandingkan mobil bensin dalam jangka waktu 5 tahun penggunaan.
Kesimpulan
Secara operasional harian, mobil listrik menang telak dalam hal efisiensi biaya. Meski harga belinya mungkin lebih tinggi, penghematan dari biaya cas dan perawatan akan menutupi selisih harga tersebut dalam beberapa tahun pemakaian.
Sebelum menghitung biaya, pastikan Anda juga tahu Tips Merawat Baterai Mobil Listrik agar performa tetap maksimal.




