Berdasarkan video dari MercifulServant, berikut adalah kisah Nabi Syits (AS), putra Nabi Adam (AS), dan awal mula munculnya musik serta perzinaan di bumi:
1. Nabi Syits (AS): Hadiah dari Allah
Nabi Syits lahir setelah kematian Habil. Namanya sendiri berarti "hadiah", karena ia adalah anugerah dari Allah SWT untuk mengobati kesedihan Nabi Adam (AS) [00:31]. Ia adalah seorang yang saleh, taat, dan kemudian diangkat menjadi nabi serta rasul untuk memimpin anak cucu Adam dengan keadilan dan hukum Allah [01:10].
2. Pemisahan Keturunan Adam
Setelah Nabi Adam wafat, terjadi pemisahan kelompok:
- Keturunan Syits: Tinggal di wilayah pegunungan. Kelompok ini taat pada perintah Allah. Menurut riwayat, laki-laki di kelompok ini sangat tampan, sedangkan wanitanya kurang menarik secara fisik [03:14].
- Keturunan Qabil: Tinggal di lembah atau dataran rendah. Qabil memiliki sifat agresif, sombong, dan serakah. Di kelompok ini, wanitanya sangat cantik, namun laki-lakinya kurang menarik secara fisik [03:21].
Nabi Syits melarang kaumnya untuk bercampur dengan keturunan Qabil di lembah [03:07].
3. Tipu Daya Iblis dan Penemuan Alat Musik
Iblis (dalam wujud seorang pemuda) masuk ke pemukiman keturunan Qabil dan mulai menciptakan bunyi-bunyian yang belum pernah didengar sebelumnya [04:14].
- Iblis menciptakan seruling pertama, lalu gendang, dan alat musik dari logam [04:24].
- Musik ini menarik perhatian orang banyak dan membuat mereka mulai bergoyang serta menari [05:05]. Mereka mengadakan pesta pora setiap malam Minggu (Sabtu malam), sebuah tradisi pesta yang anehnya masih bertahan hingga hari ini [05:28].
4. Awal Mula Perzinaan (Zina)
Suara musik seruling tersebut terdengar hingga ke pegunungan tempat keturunan Syits berada. Beberapa pemuda dari gunung merasa penasaran dan turun ke lembah untuk melihat asal suara tersebut [06:20].
- Saat tiba di lembah, mereka melihat para wanita keturunan Qabil yang cantik sedang berpesta dan berdandan (tabarruj) untuk menarik perhatian [07:05].
- Percampuran bebas antara laki-laki dan perempuan yang diiringi musik dan tarian ini memicu reaksi biologis yang berujung pada terjadinya perzinaan pertama kali di bumi [07:49].
- Para pemuda yang kembali ke gunung menceritakan "kesenangan" tersebut kepada teman-temannya, sehingga semakin banyak orang yang turun ke lembah untuk melakukan dosa secara kolektif [08:36].
5. Pelajaran tentang Langkah-Langkah Setan
Video ini menekankan pesan dalam Al-Qur'an untuk tidak mengikuti "langkah-langkah setan" (khutuwatish-shaitan). Setan tidak langsung mengajak pada kesyirikan (shirk), melainkan melalui tahap-tahap kecil seperti musik, lalu percampuran bebas, hingga akhirnya perzinaan [09:38].
6. Keturunan Nabi Syits
Nabi Syits hidup selama beberapa dekade dan mayoritas nabi-nabi setelahnya berasal dari garis keturunannya [10:24]. Setelah wafat, kepemimpinan diteruskan kepada putranya yang bernama Enos, lalu Qainan, kemudian Mahalalel (yang disebut-sebut membangun kota Babilonia), hingga akhirnya sampai kepada Nabi Idris (AS) [11:15].
Tonton kisah lengkapnya di sini: The Story of Sheeth (AS) - Music & Adultery Begins
Kisah ini mengingatkan kita bagaimana hal-hal kecil yang tampaknya "menghibur" dapat menjadi pintu masuk bagi dosa besar jika tidak dibatasi oleh aturan agama.

0 komentar